Google

Wednesday, 26 September 2007

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah subhanallahu wata’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)

Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah subhanallahu wata’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)

Penghapus Dosa

Ramadhan adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=295

Tuesday, 25 September 2007

Keajaiban Allah


Resurgence of Islam may not turn Islamic parties into a force

The European Association of Southeast Asian Studies is currently holding its fifth conference in Naples, Italy. Indonesian scholar Taufik Abdullah presented a paper titled Islamic Discourse and the Dynamics of Local Politics in Indonesia on Friday at the Islam and Politics: On Pluralism and Religiosity in Southeast Asia panel. The Jakarta Post's Veeramalla Anjaiah talked to Taufik about his paper in Naples.
Excerpts:

Question: There has been a resurgence of Islam in Indonesia. More and more provinces and regencies are introducing sharia laws. Do you think this trend will lead to the emergence of Islamic parties in the next election?

Answer: I don't think Islamic parties will emerge as a big political force in the coming elections in 2009. The majority of Indonesian Muslims and major Islamic organizations do not support the idea of either establishing an Islamic state or implementing strict sharia laws in Indonesia.
If corruption and other social ills are not removed by the ruling elites, the Islamic parties will continue to gain strength. It will depend on the situation.

Q: Do you think the Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah will also to follow the suit?

A: No, the Nahdlatul Ulama has clearly mentioned that it will never impose sharia law in Indonesia though it was an obligation for an Islamic organizations to carry out sharia law.
This is because the NU does not consider Indonesia to be a religious state though it does not see it as secular state, either. The second biggest Muslim organization, Muhammadiyah, has also a similar view. Both the NU and Muhammadiyah support the state ideology of Pancasila.

Q: Are there any problems within the Islamic community in relation to the links between religion and the state?

A: Though the clear boundaries of the concepts of the state and society may not be a central issue, but the discrepancies between the Constitution and state laws with the local bylaws have somehow created an awkward situation.
The re-invigorated Islamic discourses that have practically divided the ummah into several clusters of religious orientation may have some influence on this situation.
During the pre-reformation period, Soeharto successfully managed to exclude religion from the sphere of the state. But since the collapse of the Soeharto regime, things have been changing very fast.
Soeharto left a messy state that was not only threatened by several types of disintegrative forces but also wounded by open conflicts. The socio-economic crisis that struck Indonesia at the end of 1997 not only has to some extent weakened the charisma of the state but also strengthened the view that religion is the final solution.

Q: During the post-Soeharto period, what kind of attitude did Islamic communities display toward religion, society and the state?

A: For example, the United Development Party, which earlier abandoned the idea of having an Islamic state, now pushed forward its Islamic ideological agenda. Several new parties like the National Awakening Party, the National Mandate Party and the Prosperous Justice Party emerged and fared well in the 1999 and 2004 elections. Jaringan Liberal Islam, a liberal and progressive network of Islamic intellectuals, also gained prominence during this period.
On the other side, groups like the Islam Defenders Front, Lasykar Jihad, Lasykar Jundullah, Lasykar Hizbullah, Majelis Mujahidin Indonesia, and Hizbut Tahrir tried hard to draw the attention of the ummah to support their campaign to implement sharia law and establish an Islamic state in Indonesia.
What is alarming is that several provincial and regency administrations have been introducing strict sharia laws in their areas.
Now we have around 250 sharia bylaws in South Sulawesi, West Java, Banten, West Sumatra and Aceh. Even in some areas like Padang in West Sumatra, they made rules like compulsory Koranic tests for marriages and entry into schools.
This was an outcome of decentralization or what are called regional autonomy laws.
According to a 1999 law, local authorities have the right to issue their own local bylaws. But most of the regions where these laws (sharia) were implemented are ruled by people from secular parties like the Golkar and the Indonesian Democratic Party of Struggle.

Q: What are your views about "cultural Islam"?

A: There is a notion that "cultural Islam" has successfully translated its ideas into the realm of politics without ever transforming itself. The division of Islam into the cultural and political realms may from the beginning be a false construction.

Source : The Jakarta Post (18 September 2007)

Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua doa mereka, kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuk-Nya, satu dirham menjadi sejuta dirham(HR Baihaqi)
The best water on earth is that of Zamzam. It is food for the hungry, and a cure for the sick (Air yang terbaik di dunia adalah zamzam. Ia digunakan untuk memenuhi dahaga dan menyembuhkan).
(Ibnu Abbas ra)
Dalam hal kanker, kurma adalah harapan bagi penyembuhan. Ilmuwan menemukan bahwa Magnesium mungkin dapat mengobati kanker dan kurma. mengandung Magnesium dalam jumlah yang cukup.
(Collier’s Year Book)

Satu Ciuman Sejuta Bahayanya

Ini bumbu dalam pacaran remaja. Tapi, ngeh nggak kamu ancaman di balik aksi itu? Selain dosa, juga membahayakan kesehatan. Bagi para aktivis pacaran, tanpa ciuman ibarat ibarat sayur tanpa garam. Bahkan sebagian lagi menganggap, bahwa ciuman adalah bagian budaya kita di era globalisasi ini. Ciuman adalah salah satu ciri dalan kehidupan modern, tanda kemajuan jaman. Yang tidak ciuman, khususnya para remaja, dibilang kuno bin kolot, bahkan ketinggalan jaman.

Coba saja amati, saat peresmian suatu acara atau bangunan, atau penganugerahan satu gelar atau penghargaan, bisa kita lihat ciuman selalu mengiringi ucapan selamat. Yang ngerjain nggak cuma kalangan selebritis, tapi pejabat juga mengamalkannya. Kalau dulu ciuman hanya antara wanita, maka sekarang antar lain jenis pun dilaksanakan, dan dipublikasikan secara terbuka. Nggak heran di televisi apalagi layar lebar, adegan ciuman pasti ditemui dan seolah sudah menjadi suatu kebiasaan, layaknya tegur sapa bila bertemu dengan kenalan. Justru aneh bila ada sinetron atau tayangan lainnya yang sepi bahkan tidak ada ada adegan ciumannya. Yah, begitulah kenyataan yang ada di sekitar kita. Ciuman sudah bukan hal tabu, tapi sudah jadi tradisi dan merakyat, sehingga bisa kita temui dimana saja dan kapan saja. Tidak hanya adegan TV, tapi juga di tempat-tempat umum.

Nah, sobat muda, benar nggak sih kalo kita nganggap aktivitas ciuman sah-sah saja, bumbu penyedap pergaulan? Mau tahu jawabannya? Terusin dulu membaca tulisan ini sampai tuntas. OK?

Sejuta Resenye, Sejute Resikonye
Ketika seseorang berciuman, maka bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas ini adalah wajah dan rongga mulut, mulai dari hidung, bibir dan juga rongga dalam mulut. Nah, mulut punya kedudukan khusus berkaitan dengan masalah kesehatan. Salah satu hal yang harus diwaspadai dari mulut adalah predikat mulut sebagai port d’ entre. Ini artinya adalah pintu masuk. Buat siapa? Buat kuman, saudara-saudara! Jadi, mulut disini menjadi salah satu pintu masuknya kuman, baik dari luar ke dalam tubuh maupun dari dalam tubuh keluar. Gampangnya, mulut inilah yang menjadi sarana lalu lintas kuman.

Demikian pula halnya dengan hidung. Udara yang keluar masuk hidung, bisa menjadi kendaraan bagi kuman untuk berkelana dari dan keluar tubuh. Ada kuman-kuman tertentu yang punya singgasana di rongga mulut, di bagian selaput lendir rongga mulut (mukosa) atau di air ludah(saliva), yang akan ikut terlontar keluar ketika bersin atau batuk. Ada juga kuman yang berada di saluran pernafasan, yang bisa terlontar keluar melalui udara pernafasan. Jadi kalau deket-deketan, gampang deh kuman itu bermigrasi alias pindah tempat ke luar tubuh.

Bila terjadi ciuman, maka dimungkinkan terjadi perpindahan kuman dari mulut dan hidung yang satu ke mulut dan hidung pasangannya. Atau dengan kata lain, terjadi perpindahan kuman kepada orang lain. Boleh jadi, yang terjadi adalah kuman saling berpindah tempat. Bila ada kuman masuk ke dalam tubuh seseorang, maka terjadilah resiko untuk terjangkit satu penyakit tertentu. Coba bayangkan jika ternyata pasangan yang berciuman tadi mengidap berbagai macam penyakit yang bisa ditularkan melalui mulut atau hidung. Pasangannya akan tertular penyakit yang dideritanya. Jadi terjadi proses penularan penyakit. Lebih jauh lagi, pasangan akan mengidap penyakit yang ditularkan tadi. Nah, masih percaya ciuman itu sehat?
Lagian, siapa yang bisa menjamin bahwa pasangan kita benar-benar sehat dan tidak menderita sakit? Perlu diketahui, bahwa banyak orang yang nampak sehat, tapi penuh kuman. Di dalam kesehatan ada orang yang dikenal sebagai carier alias pembawa penyakit. Si carier ini secara fisik dia sehat, tidak menampakkan gejala-gejala penyakit, dan juga tidak mempunyai keluhan-keluhan tertentu. Tetapi, dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui, bahwa sebenarnya dia mengidap penyakit tertentu dan masih ada kuman yang bersarang di dalam tubuhnya. Barangkali kalian pernah punya teman, yang nampaknya sehat-sehat saja, tapi pas diperiksa di laboratorium baru ketahuan, ternyata dia mengidap satu penyakit tertentu. Coba, bagaimana kalau pasangan yang pacaran adalah pembawa penyakit tertentu. Masihkah berani bilang aman?
Ada banyak penyakit yang bisa ditularkan meelalui hidung dan mulut. Mulai yang ringan seperti influenza alias batuk pilek, hingga penyakit masa kini yang belum ketemu obatnya, yaitu AIDS.

Ini di antaranya:

• ISPA: Infeksi saluran pernafasan akut, seperti influenza, batuk pilek, radang tenggorokan.
• HERPES SIMPLEKS LABIALIS: infeksi oleh virus herpes yang menyerang bibir
• TBC: Batuk darah, penyakit yang menyerang paru-paru
• Hepatitis: radang hati atau penyakit kuning
• Thyfoid:penyakit tyfus, infeksi pada usus halus
• AIDS:penyakit yang ditandai dengan penurunan kekebalan tubuh

Apa tidak syeremm. Bayangkan kalau kalian tidak menyadari ada kuman yang masuk ke dalam tubuh kalian dan tertular penyakit tertentu. Aduh, jangan sampai deh. Jadi ingat, bahwa ciuman itu banyak resikonye……

Islam & Ciuman

Dari uraian di atas kita bisa menilai resiko berciuman. Bahwa ternyata, ada resiko yang siap menanti di belakang hari. Dengan kata lain, kalau kita mengkampanyekan aktivitas ciuman tadi, sama saja mengajak untuk mendapat masalah dalam hal kesehatan, alias kampanye untuk sakit!

Itu baru dari sudut kesehatan. Ada aspek lain yang harus jadi pertimbangan. Malah inilah yang harus dijadikan sebagai standar dalam menentukan sesuatu. Apa itu? Pandangan Islam terhadap suatu masalah tertentu, dalam hal ini adalah ciuman. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus cermat dalam menilai suatu perbuatan yang akan kita lakukan. Karena di dalam Islam segala aktivitas harus didasarkan kepada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Khaliq yaitu Allah SWT. Supaya kita tidak salah menentukan sikap.

Islam sudah memililki aturan tentang pergaulan antar manusia yang berjenis laki-laki dan perempuan. Kalau kamu sedang melaju di jalan raya mengendarai sepeda motor misalnya, kamu harus memperhatikan aturan lalu lintas supaya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, juga tidak kena tilang pak polisi. Demikian juga perjalananmu dalam pergaulan dengan teman sebayamu. Dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 32 Allah SWT berfirman yang artinya: “Janganlah kamu mendekati zina…….”. Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya. Itu yang bisa kita tangkap dari perimngatan Allah SWT. Dengan kata lain, hal-hal atau aktivitas yang mendekatkan atau bisa menjerumuskan, atau menggoda kita ke arah zina adalah juga terlarang alias haram. Nah, salah satu hal yang berpotensi untuk menghantarkan ke arah maksiat tadi adalah aktivitas ciuman. Nggak heran kalau kemudian Aa Gym berkomentar bahwa judul film BCG tadi sama saja dengan Buruan Zinahi gue. Islam telah mengatur bagaimana lak-laki dan perempuan menjaga pergaulannya. Mereka harus saling menundukkan pandangan, tidak boleh berdua-duaan tanpa mahrom. Dan tentu saja berciuman adalah hal yang dilarang oleh Islam bila belum sah sebagai suami-istri.
Tapi ada juga lho ciuman yang tidak terlarang dalam agama kita, tentunya bila udah resmi jadi suami-istri, karena untuk berjalan ke jenjang tersebut diperlukan suatu process ‘keridho-an’ antara keduanya, untuk bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing (termasuk juga penyakit masing-masing kalo ada).

Selain ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya, ciuman antara keluarga atau yang masih mahromnyapun kudu di jaga, perhatikan kesehatannya sebelum mencium, lebih baik mencium di dahi/keningnya untuk cari aman. Biasanya kita suka gemes sama anak kecil, trus jadi pengen menciumnya, jangan sampai kegemesan menjadikan kita lupa untuk menjaga kesehatan.

Nah, rekan sobat muda, Jelaslah kini bagaimana aktivitas ciuman dari sudut pandang kesehatan maupun aturan Islam. Kesimpulannya, kalau ingin sehat dan selamat dunia akhirat, tinggalkan ciuman yang terlarang. Mari hidup sehat sesuai dengan syariat

Obat Herbal Cabe Rawit

Sifat & Khasiat

Cabai rawit rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pankreas. Tumbuhan ini berkhasiat tonik, stimultan kuat untuk jantung dan aliran darah, antirematik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas, jadi digunakan sebagai campuran obat gosok), peluruh kentut (karmionatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur dan peluruh kencing (diuretik).

Kandungan Kimia

Buahnya mengandung kapsaisin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pemati rasa kulit.
Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotik.
Bagian yang digunakan
Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun dan batang.

Indikasi
Cabai rawit digunakan untuk;
• Menambah nafsu makan
• Menormalkan kembali kaki dan tangan lemas
• Batuk berdahak
• Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis dan,
• Migrain

Cara Permakaian

Untuk obat yang diminum, buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil.
Untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari rasa nyeri karena kedinginan. Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

Efek Farmakologis

Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid (Tyas Ekowati Prasetyoningsih FF UNAIR 1987)

Contoh Pemakaian

Kaki dan Tangan Lemas (Seperti Lumpuh)

sediakan 2 bonggol akar cabai rawit , 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit diatas lutut, 60 g kacang tanah dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, tambahkan air dan arak sama banyaknya sampai bahan bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm diatasnya). Selanjutnya tim ramuan tersebut. Setelah dingin saring dan air saringanya diminum sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

Sakit Perut

Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.

Rematik

Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Frosbite

Buah biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudian balurkan ke tempat yang sakit.

Catatan
Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabai rawit.
Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endofin yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.
Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.
Pada sisitem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamim C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak dan memperlambat proses penuaan.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind

Obat Herbal Daruju

Semak tahunan, berbatang basah, tumbuh tegak atau berbaring pada pengkalnya, tinggi 0,5-2m, berumpun banyak. Batang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna kecoklatan, berduri panjang Tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempat-tempat yag tanahnya berlumpur dan berair payau.
Sifat dan Khasiat
Akar daruju rasanya pahit, sifatnya dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiflogistik) dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah.
Kandungan Kimia
Akar mengandung flavone dan amino.
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah akar, daun dan biji. Sebelum digunakan, cuci akar sampai bersih, iris tipis-tipis, lalu jemur sampai kering.
Indikasi
Akar digunakan pada pengobatan:
• Radang hati (hepatitis) akut dan kronis,
• Pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali),
• Pembesaran kelenjar limfe (limfedenopati), termasuk pembesaran kelenjar limfe pada tuberkolusis (TBC) kulit (skrofuloderma),
• Gondongan (parotitis)
• Sesak napas (asma bronkial)
• Cacingan
• Nyeri lambung, sakit perut, dan
• Kanker, terutama kanker hati
Biji digunakan untuk pengobatan:
• Bisul dan cacingan
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, sediakan 30-60g akar daruju kering, lalu rebus atau tim dengan daging.
Untuk pemakaian luar, giling akar kering sampai halus, lalu taburkan pada bagian tubuh yang luka atau terkena racun.
Efek Farmakologis dan hasil Penelitian
Ternyata, infus akar daruju 0,8 g/kg bb dan 1,2 g/kg bb pada kelinci yang telah diberikan parasetamol dosis toksik dapat mempercepat penurunan aktifitas enzim SGPT dan SGOT secara nyata. Namun tidak memberikan perubahan aktivitas enzim ALP. Dosis 1,2 g/kg bb lebih cepat menurunkan SGOT dan SGPT dibandingkan dengan dosis 0,8 g/kg bb. Infus akar daruju tidak memberikan efek yang nyata terhadap gangguan bendungan saluran empedu (Asmawati FF WIDMAN, 1990)
Contoh Pemakaian
Kanker
Rebus 30-120 g akar daruju jering dan 60-120 g daging sapi tanpa lemak dalam 500 cc air dalam periuk tanah atau panci email dengan api kecil selama 6 jam, sampai airnya tersisa satu mangkok. Jika air mengering sebelum 6 jam, tambahkan air panas secukupnya sambil terus direbus. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi dua untuk dua kali minum, pagi dan sore hari (maisng-masing 1/2 mangkok). Setiap kali minum tambahkan madu secukupnya. Lakukan pengobatan setiap hari.
Hepatitis akut dan kronis
Iris 60 g akar daruju yang telah dikeringkan tipis tipis. Masukkan ke dalam panci email, lalu tuang 500 cc ke dalamnya. Rebus dengan api kecil sampai airnya tersisa 100 cc. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Setiap kali minum dapat ditambahkan madu secukupnya.
Luka terkena pisau beracun
Kunyah akar kering sampai halus, lalu bubuhkan pada luka dan balut dengan kain perban. Ganti 2-3 kali sehari.
Bisul
Giling empat butir daruju sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya, lalu minum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
Cacingan
Giling 2-5 butir daruju sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin, minum sekaligus. Pengobatan ini dapat dilakukan selama 2-4 hari berturut-turut.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind